Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Studi Kasus Adalah: Pengertian, Tujuan, Jenis-Jenis, dan Langkah-langkah Pelaksanaannya

Rikaariyani.com, Jambi- Buat kamu para akademisi, tentu tidak asing dengan istilah studi kasus. Studi kasus merupakan salah satu metode penelitian yang banyak digunakan oleh mahasiswa dalam penelitian tugas akhirnya, baik di tingkat S1 hingga S3. Untuk itu di dalam artikel ini penulis akan membahas beberapa hal mengenai penelitian studi kasus. 

 


Pengertian Studi Kasus

Studi kasus adalah penelitian mengenai suatu kasus tertentu secara tajam dan mendalam. Kasus tersebut dapat berupa kasus individu, kelompok, organisasi, maupun lembaga. Melalui penelitian kasus, peneliti akan mendapatkan pengetahuan yang mendalam mengenai kasus tersebut.

Menurut Depdikbud (1997: 2), studi kasus adalah suatu studi yang komprehensif dengan menggunakan berbagai teknik, bahan dan alat mengenai gejala atau ciri-ciri karakteristik berbagai jenis masalah atau tingkah laku menyimpang baik individu maupun kelompok”.

Menurut Creswell (2014), studi kasus yakni strategi penelitian untuk menyelidiki secara cermat tentang suatu hal melalui berbagai prosedur pengumpulan data. 

Menurut Yin (2013:18) studi kasus adalah menyelidiki fenomena di dalam konteks kehidupan nyata. Sedangkan menurut Faisol (1999:22) studi kasus yaitu penelitian yang penelaahannya kepada suatu kasus yang dilakukan secara intensif, mendalam, mendetail, dan komprehensif.

Sementara itu Wibowo (1984: 79) menjelaskan bahwa “studi kasus adalah suatu teknik untuk mempelajari keadaan dan perkembangan seseorang secara mendalam dengan tujuan untuk  mencapai penyesuaian diri yang lebih baik”.

Dapat disimpulkan bahwa studi kasus adalah suatu teknik yang mempelajari keadaan seseorang secara lebih mendetail dan mendalam, baik dari segi fisik maupun psikisnya. 

Tujuan Studi Kasus

Studi kasus bertujuan untuk memahami kasus secara mendalam. Menurut Stake (1985), tujuan utama studi kasus adalah untuk mengungkapkan keunikan karakteristik yang ada di dalam suatu kasus.

Menurut Suryabrata (2003: 80) “tujuan studi kasus adalah untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan, individu, kelompok, lembaga, dan masyarakat.

Sedangkan menurut Winkel (1991: 660) “tujuan studi kasus adalah untuk memahami individu secara mendalam tentang perkembangan individu dalam penyesuaian dengan lingkungan.” 

Jenis-jenis Studi Kasus

Studi kasus memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Studi Kasus Intrinsik (Intrinsic Case Study)

Studi kasus intrinsik merupakan studi kasus yang mempelajari sebuah kasus secara mendalam berdasarkan ketertarikan pada suatu persoalan. Dapat dikatakan, studi kasus instrinsik mengandung minat instrinsik. Misalnya, kasus kenakalan remaja dan lainnya.

2. Studi Kasus Instrumental (Instrumental Case Study)

Studi kasus instrumental adalah penelitian yang dilakukan pada suatu kasus yang unik. Studi kasus intrumental dilakukan untuk memahami isu, mengembangkan dan memperhalus teori.

3. Studi Kasus Kolektif (Collective Case Study)

Studi kasus kolektif yakni studi kasus yang meneliti lebih dari satu kasus. Dengan catatan bahwa kasus-kasus tersebut harus saling berhubungan dan peneliti harus menguasai semuanya. Dengan begitu, peneliti dapat membandingkan satu kasus dengan kasus yang lainnya. studi kasus ini juga sering disebut studi kasus majemuk atau studi kasus komparatif.

4. Studi Kasus Prospektif (Prospective Case Study)

Studi kasus prospektif diperlukan untuk menemukan kecendrungan dan arah perkembangan suatu kasus. Tindak lanjut dari studi kasus ini adalah Penelitian Tindakan atau Action Research yang dilakukan oleh pihak yang sudah ahli atau berkompeten.

5. Studi Kasus Retrospektif (Retrospective Case Study)

Studi kasus retrospektif merupakan studi kasus yang memungkinkan adanya perbaikan atau treatment pada kasus yang diteliti. Treatment ini harus diselesaikan oleh orang lain yang benar-benar kompeten di bidang tersebut, peneliti hanya menyumbang masukan dari hasil penelitiannya.

Langkah-langkah Pelaksanaan Studi Kasus

Langkah-langkah pelaksanaan studi kasus adalah sebagai berikut:

1. Memilih kasus yang akan diteliti

Dalam memilih kasus harus didasarkan pada keunikan dan tujuan studi kasus. Selain itu, peluang dan resiko yang akan dihadapi juga perlu dipertimbangkan.

2. Mengumpulkan Referensi

Setelah memilih kasus yang akan diteliti, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan bahan untuk dijadikan sebagai referensi.

3. Membuat Kerangka Penelitian

Langkah selanjutnya adalah membuat kerangka penelitian dan daftar informasi yang dibutuhkan. Tujuannya adalah agar dapat menggali informasi lebih dalam lagi.

4. Mengumpulkan Data

Setelah membuat kerangka, langkah selanjutnya adalah melakukan pengumpulan data, baik data primer maupun data sekunder.

5. Analisis Data

Setelah mendapatkan data yang dibutuhkan, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis data. Analisis data menurut Sugiyono (2018:482) adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.

6. Uji Validitas

Uji validitas adalah pengujian yang dilakukan untuk mengetahui seberapa cermat suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin diukur. Ghozali (2009) menyatakan bahwa uji validitas digunakan untuk mengukur sah  atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.

7. Laporan Penelitian

Langkah terakhir adalah membuat laporan hasil penelitian yang telah dilakukan.


Post a Comment for "Studi Kasus Adalah: Pengertian, Tujuan, Jenis-Jenis, dan Langkah-langkah Pelaksanaannya"