Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Manfaat Dan Cara Melakukan Studi Pendahuluan

Rikaariyani.com- Manfaat Dan Cara Melakukan Studi Pendahuluan- Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti harus terlebih dahulu melaksanakan studi pendahuluan. Studi pendahuluan dilakukan untuk mengetahui apakah penelitian yang direncanakan dapat dilanjutkan atau tidak. 

Bagi peneliti, studi pendahuluan adalah pijakan awal dalam menyusun proposal penelitian. Dengan adanya studi pendahuluan, masalah-masalah penelitian akan menjadi lebih jelas.

Mengenai studi pendahuluan ini akan penulis bahas secara lebih detail dalam artikel Manfaat Dan Cara Melakukan Studi Pendahuluan berikut ini:

Manfaat Dan Cara Melakukan Studi Pendahuluan 

 

Studi Pendahuluan
Dok. Studi Pendahuluan di SMKN 2 Batanghari-Jambi, 2018








 

 

 

Pengertian Studi Pendahuluan

Studi pendahuluan merupakan studi yang dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh informasi mengenai penelitian yang akan dilakukan. Studi pendahuluan dikenal juga dengan penelitian awal, tujuannya untuk menjajaki bisa atau tidaknya penelitian di lakukan di lokasi tersebut.

Studi pendahuluan bisa saja merubah arah penelitian yang telah disusun dalam proposal. Contohnya, meneliti tentang Laboratorium Bahasa di SMA, setelah dilakukan studi pendahuluan ternyata sekolah tersebut tidak memiliki laboratorium Bahasa. Itulah sebabnya studi pendahuluan penting dilakukan supaya peneliti tidak terkecoh. Untuk itu, sebelum mantap dengan proposal yang ditulis, lebih baik mengadakan studi penelitian terlebih dahulu supaya tidak kecewa dan tidak buang-buang waktu.

Jadi jelaslah bahwa studi pendahuluan dalam penelitian sangat penting dilakukan sebelum melaksanakan penelitian yang sesungguhnya. Studi pendahuluan dapat membantu peneliti dalam meluruskan niat, mempertajam arah, dan menjajaki kemungkinan diteruskan atau dihentikan penelitian tersebut.

Baca Juga: Cara Membuat Rumusan Masalah Penelitian


Manfaat Studi Pendahuluan

  1. Mengetahui dengan pasti apa yang akan diteliti 
  2. Mengetahui bahwa masalah yang akan diteliti sudah pernah diteliti sebelumnya sehingga terhindar dari penelitian yang berulang-ulang. 
  3. Dapat memperkuat keinginan peneliti untuk melanjutkan penelitiannya. 
  4. Mengetahui apakah penelitian tersebut mampu dilakukan oleh peneliti atau justru sebaliknya.


Cara Melakukan Studi Pendahuluan Dalam Penelitian

Studi pendahuluan dapat dilakukan pada tiga objek, yakni kertas (paper), manusia (person) dan tempat (place). Ketiga objek ini disingkat dengan 3P. 

Selengkapnya akan dijelaskan sebagai berikut:

  1. Kertas (Paper), yakni buku-buku, majalah, artikel, dan hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan tema penelitian yang diangkat. Studi ini ini disebut dengan studi kepustakaan atau studi literatur. 
  2. Manusia (Person) yakni berkonsultasi, melakukan diskusi dan tanya jawab dengan orang dianggap memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai terkait dengan masalah yang diteliti. 
  3. Tempat (Place) yakni mengunjungi lokasi yang dijadikan sebagai objek penelitian.

Studi pendahuluan dalam bentuk paper dapat dibedakan menjadi dua yakni:

1. Sumber Acuan Umum

Sumber acuan umum yakni studi kepustakaan yang berbentuk buku-buku teks dan sejenisnya

2. Sumber Acuan Khusus

Sumber acuan khusus yakni hasil penelitian terdahulu yang ada kaitannya dengan tema penelitian atau masalah yang kita teliti. Pada umumnya hasil-hasil penelitian terdahulu dapat ditemukan pada jurnal-jurnal, tesis, disertasi, dan lain-lain.

Jika ditemukan kesulitan-kesulitan dalam penelitian yang telah dilakukan orang-orang terdahulu, bisa menjadi pertimbangan bagi peneliti untuk membatalkan penelitiannya.

Studi pendahuluan dalam bentuk person (manusia) yakni peneliti melakukan pertemuan dan bertanya kepada para ahli di bidang masalah yang diteliti. Peneliti juga dapat mencari informasi pada orang-orang yang akan dijadikan objek penelitian. Jika mereka tidak tanggap atau tidak mau membantu, peneliti sebaiknya membatalkan atau mengurungkan niat untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Peneliti dapat mengalihkannya ke lokasi lain yang dianggap lebih mudah mendapatkan data.

Sedangkan studi dalam bentuk place yakni lokasi atau benda-benda yang ada di tempat penelitian. Peneliti dapat mempelajari bagaimana situasi wilayah yang akan diteliti. Apabila diketahui lokasi tersebut susah untuk dijangkau dan kurang mendukung untuk melakukan penelitian, peneliti dapat menggantinya dengan lokasi lain yang lebih mudah dijangkau.

Demikian penjelasan mengenai studi pendahuluan dalam penelitian, semoga bermanfaat bagi pembaca terutama bagi mahasiswa saya yang saat ini sedang mengambil mata kuliah “metodologi penelitian”.

Baca juga: Teknik Menulis Abstrak Beserta Contoh



 

Post a Comment for "Manfaat Dan Cara Melakukan Studi Pendahuluan"