Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Apa Itu Amandemen Konstitusi

 




Pengertian Amandemen

Amandemen adalah tindakan atau hasil dari mengubah. Amandemen juga dapat diartikan sebagai penghapusan dari kesalahan atau reformasi terutama di bidang hukum, baik dalam tulisan maupun proses. Kemudian amandemen juga dapat merujuk pada perubahan RUU di hadapan parlemen.

Di dalam Webster’s Third New International Dictionary yang dikutip oleh Pan Muhammad Faiz (2019:9), amandemen adalah tindakan mengubah terutama untuk hasil yang lebih baik, memperbaiki satu atau beberapa kesalahan, proses mengubah sebagai mosi, RUU, UU, atau konstitusi yang akan mengatur amandemennya sendiri, dan perubahan yang diusulkan atau didorong oleh proses semacam itu.

Kata amandemen dalam Chmbers adalah perubahan atau adopsi terhadap sebuah dokumen, perjanjian, dan sebagainya. Sementara itu, arti kata amandemen menurut Blak’sLaw Dictionary, kamus yang sering digunakan untuk mencari makna dalam istilah-istilah hukum, yaitu: mengubah atau memodifikasi, menghapus, atau menambahkan.

Amandemen Konstitusi

Secara sederhana konstitusi dapat diartikan sebagai aturan dasar yang menentukan komposisi dan fungsi dari organ-organ pemerintah ditingkat pusat dan daerah dalam suatu negara serta mengatur hubungan antara individu warga dengan negaranya. Konstitusi ini ditempatkan menjadi sumber hukum tertinggi dari seluruh peraturan perundang-undang di suatu negara.

K.C Wheare mendefinisikan konstitusi sebagai sejumlah aturan hukum yang mengatur pemerintahan negara dan dituliskan dalam sebuah dokumen. Sedangkan M.V. Pylee menjelaskan konstitusi sebagai serangkaian hukum dan aturan yang mengatur pemerintahan sebuah negara dan dokumen yang mengartikan dan menetapkan hubungan antar lembaga negara yang berbeda, termasuk lengbaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta antara pemerintah pusat, daerah, dan lokal.

Thomas Jefferson berpendapat bahwa konstitusi harus diamandemen oleh setiap generasi untuk memastikan bahwa masa lalu yang telah usang tidak akan menghambat kemajuan dan perkembangan generasi masa kini yang masih hidup. Untuk melaksanakan hak-haknya, generasi masa depan perlu diberikan ruang untuk mengubah ketentuan-ketentuan dalam konstitusi dengan cara yang tepat dan damai agar konstitusi tersebut memenuhi syarat, ekspetasi, dan aspirasi generasinya masing-masing.

Kebutuhan mengamandemen konstitusi lebih terasa pada konstitusi yang terkodifikasi atau tertulis daripada konstitusi yang tidak terkodifikasi atau tidak tertulis. Sebab, tidak ada tindakan yang bisa dilakukan oleh badan atau lembaga negara maupun yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam sebuah konstitusi tidak terkodifikasi. Untuk alasan itulah suatu konstitusi terkodifikasi mencantumkan klausul tertentu yang berisi prosedur untuk mengamandemenkan konstitusi. Dalam hal ini klausul tersebut disebut dengan klausul amandemen.

Menurut Pan Muhammad Faiz (2019 hal, 131), ada dua komponen penting yang membentuk klausul amandemen, yaitu lembaga yang berwenang mengubah konstitusi dan metode aktual untuk melaksanakan amandemen. Klausul amandemen biasanya menunjuk suatu lembaga untuk melaksanakan amandemen, meskipun badan semacam itu sebenarnya bisa terdiri dari satu atau lebih institusi yang bersama-sama melaksanakan kewenangan tersebut. Pada saat yang sama, klausul amandemen selalu menentukan metode untuk mengamandemenkan suatu konstitusi.

Proses amandemen konstitusi mirip dengan proses mengubah undang-undang, meskipun kedua proses itu memiliki perbedaan, khususnya dalam hal metode perubahannya. Oleh karena itu, wajar saja jika lembaga yang ditunjuk dalam klausul amandemen berbagai konstitusi biasanya adalah badan atau lembaga legislatif seperti parlemen. Selain itu, umumnya juga diberikan kewenangan kepada kepala Negara, misalnya Presiden atau Raja, sebagai bagian dari lembaga yang ditunjuk untuk mengamandemen suatu konstitusi negara

*Ditulis oleh Muhammad Syahdoe, S.IP

Post a Comment for "Mengenal Apa Itu Amandemen Konstitusi "