Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian dan Karakteristik Moderasi Beragama

Rikaariyani.com, Jambi- Pengertian dan Karakteristik Moderasi Beragama- Konsep moderasi beragama merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Moderasi beragama yakni cara pandang, sikap, dan perilaku beragama dengan mengambil posisi di tengah-tengah atau selalu bertindak adil seimbang. Moderasi beragama juga disebut tidak ekstrem dan tidak berlebih-lebihan dalam menjalankan ajaran agamanya. Orang yang mempraktekkan moderasi beragama disebut moderat.

Di dalam ajaran Islam, memiliki sifat moderat akan melahirkan sesuatu yang mendamaikan, karena menjadi lebih toleran, lebih menghormati, dan menghargai keberagaman. 

 


 

Pengertian moderasi beragama

Secara Bahasa moderasi berasal dari Bahasa latin “moderatio” yang artinya adalah sedang, tidak berlebih dan tidak kurang. Di dalam kamus besar Bahasa Indonesia, moderasi memiliki dua pengertian yakni 1) pengurangan kekerasan, dan 2) penghindaran keekstreman.

Di dalam Bahasa Arab, moderasi dikenal dengan kata wasathiyah yang artinya tengah-tengah, adil, dan berimbang.

Menurut istilah, moderasi adalah sikap dan pandangan yang tidak berlebihan, tidak ekstrem dan tidak radikal.

Sedangkan beragama yaitu menjaga, menjaga hati, menjaga perilaku diri, menjaga seisi negeri dan menjaga jagat raya ini.

Dari beberapa penjelasan di atas dapat dipahami bahwa moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri.

Menurut Quraish Shihab, moderasi beragama sulit didefinisikan, karena istilah moderasi baru muncul setelah maraknya aksi radikalism dan ekstremisme. Pengertian moderasi beragama yang paling mendekati dalam istilah Al-Qur’an yakni “wasathiyah”. Wasath berarti pertengahan dari segala sesuatu. Kata ini juga berarti adil, baik, terbaik, paling utama.

Menurut Komaruddin Hidayat, pengertian moderasi beragama muncul karena ada dua kutub ekstrem, yakni ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Ekstrem kanan terlalu terpaku pada teks dan cenderung mengabaikan konteks, sedangkan ekstrem kiri cenderung mengabaikan teks. Maka, moderasi beragama berada di tengah-tengah dari dua kutub ekstrem tersebut, yakni menghargai teks tetapi mendialogkannya dengan realitas kekinian.

Menurut Azyumardi Azra, pengertian Moderasi beragama dalam konteks umat Islam disebut Islam Wasathiyah.  Artinya, dalam memahami agama tidak ekstrem kanan ataupun ekstrem kiri.

Menurut Lukman Hakim Saifuddin, dalam istilah moderasi beragama harus dipahami bahwa yang dimoderasi bukan agamanya, melainkan cara kita beragama.


Karakteristik Moderasi Beragama

Moderasi beragama memiliki beberapa karakteristik, diantaranya adalah:

1. Berasaskan Ketuhanan

Sifat dan sikap moderasi beragama tidak dapat dipisahkan dari sifat Allah yang adil dan bijaksana.

2. Berlandaskan Petunjuk Kenabian

Hampir setiap tindakan yang dilakukan nabi mencontohkan ajaran moderasi dalam ajaran Islam. Dalam kesederhanaan hidup, yang berarti tidak begitu fokus pada hal-hal duniawi, tetapi tidak pula meninggalkan begitu saja. Ini adalah contoh dari apa yang pernah dipraktikkan nabi dalam hidupnya.

3. Kompetibel dengan Fitrah Manusia

Salah satu karakteristik moderasi beragama adalah sesuai dengan fitrah manusia. Sejak dalam kandungan, menusia telah dianugerahi fitrah yang kuat sehingga dapat menerima agama yang benar yang diciptakan oleh Tuhan.

4. Terhindar dari Pertentangan

Konsep moderasi Islam merupakan konsep yang sangat sempurna, terhindar dari kekurangan dan aib, karena konsep ini bersumber dari Syariat Islam yang juga baik dan sempurna.


Referensi
Maimun, Kosim, Moderasi Islam Indonesia, Yogyakarta: LKiS, 2019.



Post a Comment for "Pengertian dan Karakteristik Moderasi Beragama"