Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jenis-Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler Peserta Didik

Jenis-Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler Peserta Didik- Kegiatan ekstrakurikuler peserta didik meliputi: pengembangan minat dan bakat, kegiatan rekreasi dan waktu luang, program keagamaan, program politik dan sosial, program pusat belajar, program ekonomi, program budaya, program informasi atau kegiatan yang tidak diorganisasi, dan program olahraga. Selengkapnya akan dibahas pada artikel berikut ini:

 


 

Jenis-Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler

1. OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah)

OSIS merupakan organisasi siswa yang resmi diakui keberadaannya di setiap sekolah. Melalui OSIS diharapkan siswa dapat mengatur dan melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler secara teratur dan secara baik di bawah pengawasan sekolah.

Kegiatan ekstrakurikuler ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan di luar jam pelajaran yang tercantum dalam susunan program pengajaran sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler ini juga merupakan kegiatan pengayaan dan perbaikan yang berkaitan dengan program kurikuler (Asnawir, 2005).

Di antara kegiatan-kegiatan OSIS tersebut antara lain kegiatan diskusi, karya wisata, seminar, palang merah, usaha kesehatan sekolah, pramuka, kesenian, olahraga dan kegiatan-kegiatan lain yang diselenggarakan dengan menggunakan waktu di luar jam pelajaran yang tercantum dalam susunan program yang ada dalam kurikulum. Kegiatan-kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menunjang proses belajar mengajar dan juga untuk lebih mengaitkan antara pengetahuan yang diperoleh dalam program kurikulum dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan.

Perangkat OSIS terdiri dari:
  • Pembina OSIS 
  • Perwakilan kelas 
  • Pengurus OSIS 
  • Anggota OSIS

Pembina OSIS bertanggung jawab atas seluruh pengelolaan, pembinaan dan pengembangan OSIS di sekolah.

Rincian tugas pembina OSIS adalah:

  • Bertanggung jawab atas seluruh pembinaan dan pengembangan OSIS di sekolah. 
  • Memberikan nasihat kepada perwakilan kelas dan pengurus. 
  • Mengesahkan    keanggotaan    perwakilan    kelas dengan surat keputusan kepala sekolah. 
  • Mengesahkan dan melantik pengurus OSIS dengan surat keputusan kepala sekolah. 
  • Mengarahkan penyusunan anggaran rumah tangga dan program kerja OSIS. 
  • Menghadiri rapat-rapat OSIS 
  • Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas OSIS

2. Pendidikan Kepramukaan

Kata “pramuka” merupakan singkatan dari praja muda karana, yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya. 

Sedangkan yang dimaksud “kepramukaan” adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur.

Gerakan pramuka bertujuan untuk mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip- prinsip dasar dan metode kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia dengan tujuan agar;

  1. Anggotanya menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta tinggi mental, moral, budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya. 
  2. Anggotanya menjadi manusia yang tinggi kecerdasan dan keterampilannya. 
  3. Anggotanya menjadi manusia yang kuat dan sehat fisiknya. 
  4. Anggotanya menjadi manusia yang menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia; sehingga menjadi angota masyarakat yang baik dan berguna, yang sanggup dan mampu menyelanggarakan pembangunan bangsa dan Negara.

Lambang pramuka Indonesia adalah tunas kelapa yang dijahitkan di kerah kiri baju pramuka (untuk wanita). Lambang Pramuka Internasional yang dijahitkan di kerah kanan baju pramuka (untuk wanita). Bagi pria, tunas kelapa berada di kantung sebelah kiri, sedangkan lambang pramuka Internasional dijahitkan pada sebelah kanan kemeja. Emblem lokasi wilayah Gerakan Pramuka (berdasarkan provinsi) dijahitkan di lengan kanan baju Pramuka.

Prinsip dasar dan metode kepramukaan bertumpu pada:

  1. Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; 
  2. Kepedulian terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya; 
  3. Kepedulian terhadap diri pribadinya; 
  4. Ketaatan kepada Kode Kehormatan Pramuka.

Prinsip dasar kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota gerakan pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya dengan dibantu oleh pembina, sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggung jawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat.

3. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra)

Pasukan pengibar bendera sekolah adalah suatu kegiatan ekstrakurikuler yang secara struktural berdiri di bawah Osis. Ekstrakurikuler paskibra merupakan salah satu program pembinaan kepribadian siswa khususnya pembinaan kedisiplinan, kemampuan bekerjasama dalam tim, mengolah emosi dan ego, bertanggung jawab, sehat jasmani dan rohani serta masih banyak lagi sisi positif siswa yang dapat dikembangkan.

Kegiatan ekstrakurikuler Paskibra ini juga dimaksudkan untuk mempersiapkan siswa-siswi untuk dapat bersaing dalam mengikuti seleksi paskibraka, baik tingkat Kabupaten, Provinsi bahkan tingkat Nasional.

4. Palang Merah Remaja (PMR)

Palang Merah secara umum dikenal sejak tahun 1863 sebagai pergerakan Internasional dari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang merupakan sebuah organisasi Internasional yang bersifat kemanusiaan dan berdiri sendiri di banyak negara di dunia.

Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI, yang selanjutnya disebut PMR. Terdapat di PMI kota atau kabupaten di seluruh Indonesia dengan anggota lebih dari 5 juta orang, anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan- kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

5. Seni dan Budaya

Kegiatan ekstrakurikuler kesenian merupakan salah satu wahana untuk mengembangkan kreatifitas peserta didik untuk menyalurkan bakat serta potensi seni yang mereka miliki, karena kehidupan manusia tidak akan terlepas dari masalah kebudayaan dan kesenian. Jenis kegiatan ekstrakurikuler seni budaya dapat berupa tari-tarian, musik, drumband, paduan suara, teater, vocal grup, dll.


6. Ekstrakurikuler Keagamaan

Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan merupakan kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran tatap muka, dilaksanakan di sekolah atau di luar sekolah untuk lebih memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan yang telah dipelajari oleh peserta didik dalam bidang studi Pendidikan Agama Islam.

Kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang diselenggarakan sekolah bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan kurikuler Pendidikan Agama Islam yang mencakup 7 pokok bahan pelajaran, yaitu:

  1. Keimanan 
  2. Ibadah 
  3. Al-qur’an 
  4. Akhlak 
  5. Muamalah 
  6. Syari’ah 
  7. Tarikh

Adapun jenis-jenis kegiatan ekstrakurikuler pendidikan agama Islam di sekolah adalah sebagai berikut:

1. Kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki kaitan dengan bidang studi pendidikan agama Islam

Kegiatan ini diarahkan kepada kegiatan pengayaan dan penguatan terhadap materi-materi pembahasan dalam bidang studi pendidikan agama Islam, seperti program kegiatan ekstrakurikuler membaca al- Qur’an (kursus membaca Al-Qur’an). Kegiatan ini sangat penting dilakukan mengingat kemampuan membaca al-Qur’an merupakan langkah awal pendalaman dan pengakraban Islam lebih lanjut. 

2. Kegiatan ekstrakurikuler yang tidak memiliki kaitan dengan bidang studi pendidikan agama Islam.

Kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler tersebut dapat berupa:

- Kesenian

Seperti seni baca al-Qur’an, qasidah, kaligrafi, dan sebagainya. Di samping memberikan keterampilan kepada siswa, seni seperti dinyatakan oleh Wardi Bachtiar “bisa membangun suatu perasaan keagamaan atau mengganti perasaan yang telah melekat dengan perasaan yang baru”.

- Pesantren Kilat

Pesantren kilat adalah kajian dasar Islam dalam jangka waktu tertentu antara 2-5 hari tergantung situasi dan kondisi. Kegiatan ini dapat diadakan di dalam atau di luar kota asalkan situasinya tenang, cukup luas, dapat menginap dan fasilitas memadai.

- Tafakur Alam

Tafakur alam adalah kegiatan yang bertujuan untuk menyegarkan kembali jiwa yang penat sambil menghayati kebesaran penciptaan Allah S.W.T. dan menguatkan ukhuwah. Biasanya berlangsung 1-3 hari dan diadakan di luar kota: pegunungan, perbukitan, taman/ kebun raya, pantai, dan lain sebagainya.

- Shalat Jum’at berjamaah

Bagi sekolah yang memiliki fasilitas untuk menyelenggarakan shalat jum’at berjamaah, bisa menjadikan aktivitas ibadah ini sebagai bagian dari program kegiatan esktrakurikuler. Dalam kegiatan ekstrakurikuler ini, siswa tidak hanya sekedar menjalankan shalat secara berjamaah, tapi juga terlibat dalam penyelenggaraannya.

7. Ekstrakurikuler Jurnalistik

Ekstrakurikuler jurnalistik dimaksudkan untuk membangun kelompok-kelompok jurnalistik di tingkat siswa. Hal ini merupakan upaya pensiasatan untuk kalangan siswa mengisi waktu senggangnya selepas kegiatan pendidikan wajib di sekolah.

Upaya ini juga berjalan beriringan dengan program pendidikan Nasional, kurikulum berbasis kompetensi. Kompetensi yang ditawarkan dalam program ini adalah menulis. Ragam penulisan yang sedemikian banyak bisa menjadi pilihan para siswa untuk mengekspresikan dirinya. Membuat cerita pendek, puisi, tulisan berita dan novel.

Biasanya, sekolah-sekolah memiliki media majalah dinding atau majalah sekolah yang dikelola bersama guru dan siswa. Hal ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Namun, kegiatan jurnalistik tidak berhenti begitu saja setelah majalah dinding dikreasi atau majalah sekolah diterbitkan. Ada banyak pendalaman yang bisa dilakukan untuk lebih mengasah bakat dan kemampuan jurnalistik seseorang.

Menurut Kris Budiman, jurnalistik bisa dibatasi secara singkat sebagai kegiatan penyiapan, penulisan, penyuntingan, dan penyampaian berita kepada khalayak melalui saluran media tertentu. Jurnalistik mencakup kegiatan dari peliputan sampai kepada penyebarannya kepada masyarakat.

Sedangkan    maksud    dan    tujuan diselenggarakannya ekstrakurikuler jurnalistik di sekolah adalah sebagai berikut:

  1. Mempererat hubungan antara peserta didik. 
  2. Memberi kesempatan untuk salig mengenal serta menumbuhkan jiwa kompetitif secara intelektual di kalangan peserta didik. 
  3. Membekali peserta didik dengan kemampuan life skill (kecakapan hidup). 
  4. Sebagai media informasi dan promosi profil dan prestasi sekolah. 
  5. Menjadi wadah bagi peserta didik untuk menyalurkan bakat dan kemampuannya di bidang seni menulis. 
  6. Menciptakan budaya kreatif, kritis dan inovatif di tingkat siswa. 
  7. Mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia kerja yang meliputi wirausaha media maupun profesi jurnalis/ pers.

Baca juga artikel lainnya:

  1. Layanan ekstrakurikuler peserta didik 

  2. Layanan kesehatan sekolah

Post a Comment for " Jenis-Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler Peserta Didik"