Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tujuan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah

Tujuan Bimbingan Konseling Di Sekolah- Salah satu layanan khusus bagi siswa di sekolah adalah layanan bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling yakni pelayanan bantuan untuk siswa, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mereka mampu mandiri dan berkembang secara optimal.

Apa tujuan bimbingan konseling di sekolah? Simak penjelasannya di dalam artikel berikut ini:

 

Tujuan Bimbingan Konseling Di Sekolah

 

Pengertian Bimbingan Dan Konseling

Bimbingan dan konseling merupakan proses pemberian bantuan terhadap siswa agar perkembangannya optimal sehingga mereka bisa mengarahkan dirinya dalam bertindak dan bersikap sesuai dengan tuntutan dan situasi lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.

Dalam pengertian lain dijelaskan oleh Tohirin (2007:26), bahwa bimbingan dan konseling yaitu proses bantuan atau pertolongan yang diberikan pembimbing (konselor) kepada individu (konseli) melalui pertemuan tatap muka atau hubungan timbal balik antara keduanya, agar konseli memiliki kemampuan atau kecakapan melihat dan menemukan masalahnya serta mampu memecahkan masalahnya sendiri. 

Latar belakang perlunya bimbingan dan konseling berhubungan erat dengan pencapaian tujuan pendidikan Nasional, yaitu: meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani.

Menurut Tim MKDK IKIP Semarang (1990:5-9) ada lima hal yang melatarbelakangi perlunya layanan bimbingan di sekolah yakni:

  1. Masalah perkembangan individu 
  2. Masalah perbedaan individual
  3. Masalah kebutuhan individu
  4. Masalah penyesuaian diri dan kelainan tingkah laku 
  5. Masalah belajar

Baca juga: Tugas guru bimbingan konseling

 

Tujuan Bimbingan Dan Konseling

Secara umum tujuan penyelenggaraan bantuan pelayanan bimbingan dan konseling adalah membantu peserta didik menemukan pribadinya dalam mengenal kekuatan dan kelemahan diri, serta menerima dirinya secara positif dan dinamis sebagai modal pengembangan diri lebih lanjut (D.K Sukardi, 2002:37).

Menurut Tohirin (2007:35), tujuan bimbingan dan konseling sudah bisa diketahui dalam rumusan tentang bimbingan konseling. Peserta didik yang dibimbing, merupakan individu yang sedang dalam proses perkembangan. Oleh sebab itu, merujuk pada perkembangan individu yang dibimbing, maka tujuan bimbingan dan konseling adalah agar tercapai perkembangan yang optimal pada individu yang di bimbing. Dengan perkataan lain agar peserta didik dapat  mengembangkan  dirinya  secara  optimal sesuai dengan potensi atau kapasitasnya dan agar individu dapat berkembang sesuai lingkungannya.

Menurut Asnawir (2005), tujuan bimbingan di sekolah adalah sebagai berikut:

a. Tujuan Umum

  1. Mengembangkan pengertian dan pemahaman terhadap diri mereka sehubungan dengan kemajuan belajar yang dicapai. 
  2. Mengembangkan pengetahuan tentang dunia kerja dan kesempatan kerja, serta tanggung jawab memiliki kesempatan kerja tertentu sesuai dengan tingkat pendidikan yang disyaratkan. 
  3. Mengembangkan kemampuan untuk memilih dan mempertemukan pengetahuan dirinya dengan informasi kesempatan yang ada secara tepat dan bertanggung jawab. 
  4. Memberikan penghargaan terhadap kepentingan dan harga diri orang lain.


b. Tujuan Khusus

  1. Mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri. 
  2. Mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungan. 
  3. Mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi pemecahan masalah yang dihadapi. 
  4. Mengatasi kesulitan dalam menyalurkan kemampuan dan bakat dalam bidang pendidikan dan kemungkinan mendapatkan pekerjaan secara tepat.

Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2009:63) tujuan layanan bimbingan dan konseling yaitu:

  1. Mempunyai pengenalan yang jelas mengenai dirinya (kemampuannya, kelebihan dan kekurangannya, kemauannya, sifatnya, kebiasaannya, kegemarannya), serta mengembangkan pemahaman dirinya dan mampu mengaktualisasikannya. 
  2. Mempunyai pengenalan yang lebih baik tentang situasi lingkungan sehingga mampu memilih dan mempertemukan pengetahuan tentang dirinya dengan informasi tentang kesempatan yang ada secara tepat dan bertanggung jawab. 
  3. Mampu mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan pemahaman dirinya, pemahaman lingkungan serta memecahkan masalah yang dihadapinya misalnya belajar, masalah karier, masalah pribadi dan masalah sosial.

Demikian penjelasan singkat mengenai tujuan bimbingan konseling di sekolah, semoga bermanfaat.

Baca juga: Manfaat modul bagi siswa

Post a Comment for "Tujuan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah"