Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

RINGKASAN DISERTASI TENTANG MANAJEMEN LABORATORIUM KOMPUTER

MANAJEMEN LABORATORIUM KOMPUTER DALAM PEMBERDAYAAN KETERAMPILAN TIK 

Oleh: Dr. Rika Ariyani, M.Pd.I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada sekolah menengah kejuruan, sarana pendidikan yang tidak dapat diabaikan adalah laboratorium komputer, karena pendidikan kejuruan adalah bentuk pendidikan lanjutan yang mengintegrasikan pembelajaran teori dan praktik. Menurut Veithzal Riva’i, sebagai salah satu subsistem dari pendidikan nasional, pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu.[2]

Mengacu pada isi Undang-undang sistem pendidikan nasional No. 20 tahun 2003 pasal 3 mengenai tujuan pendidikan nasional dan penjelasan pasal 15 yang menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja pada bidang tertentu. Sedangkan Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah BAB I pasal 1 ayat 3 menyatakan bahwa “Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu”.[3]

Berdasarkan definisi di atas, maka sekolah menengah kejuruan sebagai sub sistem pendidikan nasional seyogyanya mengutamakan mempersiapkan peserta didiknya untuk mampu memilih karir, memasuki lapangan kerja, berkompetisi, memiliki keterampilan yang memadai, dan mengembangkan dirinya dengan sukses di lapangan kerja yang cepat berubah dan berkembang.

Salah satu keterampilan penting yang harus dikuasai oleh siswa SMK adalah keterampilan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau dikenal dengan (IT Skill). Beberapa penguasaan dasar TIK yang wajib dikuasai siswa adalah kemampuan dasar office seperti Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft Power Point serta kemampuan penggunaan internet seperti Searching Website, unduh dan upload, editing foto, dan pembuatan video.

Selain memenuhi tuntutan kurikulum, keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menempuh masa depan yang semakin deras dengan arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tidak bisa dilepaskan dari kehidupan siswa. Tanpa adanya teknologi informasi dan komunikasi, siswa akan kesulitan mencari sumber belajar alternatif selain guru dan buku. Perkembangan peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan membuat internet tidak hanya sebagai alat informasi tetapi juga sumber pengetahuan, media berkolaborasi, dan sumber belajar. Menurut Sarwoto Ramli dan Rusadi, sebagai sumber belajar, internet makin interaktif, makin masif, dan makin menyatu dengan keseharian kehidupan siswa.[4]

Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) mensyaratkan kemampuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi siswa SMK/MAK. Salah satu Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus dikuasai siswa berdasarkan lampiran Permendiknas tersebut adalah “Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri.”

Mengingat pentingnya keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi siswa SMK, kepala sekolah sebagai top leader di lembaga pendidikan tersebut perlu melakukan pemberdayaan keterampilan TIK. Dengan keterampilan yang dimilikinya, siswa yang telah lulus dapat mengaktualisasikan dan mengimplementasikan segala kemampuan dirinya untuk hidup secara baik.

Dalam rangka memberdayakan keterampilan TIK siswa SMK perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai. Salah satu sarana prasarana tersebut adalah laboratorium komputer. Secara umum laboratorium didefenisikan sebagai tempat bekerja, yaitu bangunan, gedung, atau ruangan yang dilengkapi peralatan (instrument) untuk melakukan pekerjaan ilmiah seperti riset, demonstrasi, dan diskusi. Menurut Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1980 pasal 27 menyebutkan bahwa laboratorium adalah sarana penunjang jurusan dalam satu atau sebagian ilmu, teknologi atau seni tertentu sesuai dengan keperluan bidang studi yang bersangkutan.

Menurut A S Hornby, laboratory is a room or building used scientific research, experiments, testing, etc.[5] Laboratorium adalah ruangan atau bangunan yang digunakan penelitian ilmiah, eksperimen, pengujian, dan lain-lain.

Menurut Marham Sitorus dan Ani Sutiani[6] pengelolaan laboratorium yang baik harus dipahami perangkat-perangkat manajemen laboratorium, yaitu: 1) tata ruang, 2) peralatan yang baik dan terkalibrasi, 3) infrastruktur, 4) administrasi laboratorium, 5) organisasi laboratorium, 6) fasilitas pendanaan, 7) inventarisasi dan keamanan, 8) pengaman laboratorium, 9) disiplin yang tinggi, 10) keterampilan manajemen sumber daya manusia (SDM), 11) peraturan dasar, 12) penanganan masalah umum dan jenis-jenis pekerjaan.

Grand tour yang penulis lakukan di keempat SMK Negeri Provinsi Jambi yaitu di SMK Negeri 4 Kota Jambi, SMK Negeri 1 Batanghari, SMK Negeri 2 Batanghari, dan SMK Negeri 1 Muara Bungo dapat diketahui bahwa manajemen laboratorium komputer dalam pemberdayaan keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) belum dimenej dengan baik, hal ini dapat terlihat dari: pertama: minimnya jumlah komputer yang ada di keempat SMK Negeri tersebut, kedua: minimnya peralatan pendukung laboratorium komputer di keempat SMK Negeri tersebut, ketiga: sekolah belum melakukan pengorganisasian dengan baik, di mana personil memiliki tugas ganda dan tidak berpengalaman, keempat: sekolah belum melakukan pengembangan SDM laboratorium komputer dengan baik, di mana personil laboratorium di keempat SMK tersebut belum pernah mengikuti pelatihan atau pendidikan, kelima: sekolah belum melakukan pemeliharaan dan perawatan sarana prasarana laboratorium secara teratur. Kesadaran dari para pengelola dan juga para siswa sebagai pengguna masih kurang dalam merawat dan menggunakan laboratorium komputer, ketujuh: tidak adanya teknisi laboratorium secara khusus di keempat SMK Negeri tersebut.[7]

Berdasarkan hasil grand tour inilah penulis tertarik untuk meneliti lebih jauh tentang manajemen laboratorium komputer, dengan judul penelitian: “Manajemen Laboratorium Komputer Dalam Pemberdayaan Keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Siswa SMK Negeri Se-Provinsi Jambi” (Studi Kasus di SMK Negeri 4 Kota Jambi, SMK Negeri 1 Batanghari, SMK Negeri 2 Batanghari, dan SMK Negeri 1 Muara Bungo).

Berdasarkan konteks penelitian yang telah diuraikan di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah: Mengapa laboratorium komputer dalam pemberdayaan keterampilan TIK belum dimenej secara optimal?

RINGKASAN DISERTASI MANAJEMEN


B. Rumusan masalah

  1. Bagaimana perencanaan laboratorium komputer dalam pemberdayaan keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) siswa SMK Negeri Provinsi Jambi? 
  2. Bagaimana pengorganisasian laboratorium komputer dalam pemberdayaan keterampilan Tekologi Informasi dan Komunikasi (TIK) siswa SMK Negeri Provinsi Jambi? 
  3. Bagaimana pelaksanaan laboratorium komputer dalam pemberdayaan keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) siswa SMK Negeri Provinsi Jambi? 
  4. Bagaimana pengawasan laboratorium komputer dalam pemberdayaan keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) siswa SMK Negeri Provinsi Jambi?


KAJIAN TEORI 

A. Manajemen Laboratorium Komputer

1. Pengertian Laboratorium Komputer

Secara etimologi kata “laboratorium” berasal dari kata latin yang berarti “tempat bekerja” dan dalam perkembangannya kata “laboratorium” mempertahankan kata aslinya yaitu “tempat bekerja”, akan tetapi khusus untuk keperluan penelitian ilmiah.[8] Menurut W.J.S. Poerwadarminta, dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia mengatakan bahwa: laboratorium adalah tempat untuk mengadakan percobaan (penyelidikan dan sebagainya) segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu fisika, kimia, dan sebagainya. Sedangkan laboran adalah orang yang bekerja di laboratorium.[9]

Dari pendapat di atas dapat diketahui bahwa laboratorium adalah tempat atau alat yang digunakan untuk mengembangkan dan membuktikan konsep-konsep atau teori-teori tertentu. Laboratorium juga dimanfaatkan untuk melakukan praktek dan pengujian-pengujian serta percobaan. Laboratorium juga dapat diartikan sebagai tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali. Laboratorium ilmiah biasanya dibedakan menurut disiplin ilmunya, misalnya laboratorium fisika, laboratorium kimia, laboratorium biokimia, laboratorium komputer dan laboratorium bahasa.

Di sekolah, terdapat beberapa macam laboratorium. Macam-macam laboratorium tersebut bergantung pada jumlah jurusan yang ada dan kemampuan sekolah untuk menyediakan peralatannya. Sekolah yang memiliki jurusan yang banyak, membutuhkan laboratorium yang banyak pula. Beberapa jenis laboratorium di sekolah adalah laboratorium komputer, laboratorium IPA, laboratorium IPS, dan laboratorium bahasa.

Dari beberapa jenis laboratorium tersebut, penulis lebih terfokus pada laboratorium komputer, karena laboratorium komputer sangat diperlukan untuk pelaksanaan pembelajaran terutama pembelajaran simulasi dan komunikasi digital di semua sekolah menengah kejuruan. Tanpa laboratorium komputer berarti tidak ada proses pembelajaran. Laboratorium komputer digunakan untuk melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan komputer. Di laboratorium, siswa dapat melaksanakan praktek, meneliti, dan membuktikan teori-teori yang telah didapatkan.

Laboratorium komputer memiliki kedudukan yang sangat strategis pada sebuah institusi pendidikan, terlebih di sekolah menengah kejuruan. Hal ini untuk menunjang optimalisasi kinerja dalam upaya menghasilkan produk sesuai dengan apa yang diharapkan. Selain itu laboratorium komputer berfungsi sebagai tempat mengembangkan keterampilan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Selain fungsi utama sebagai tempat belajar komputer, laboratorium komputer dapat dioptimalkan kegunaannya untuk siswa yang memiliki bakat yang kuat terhadap komputer sehingga dapat melakukan eksperiment dan eksplorasi lebih lanjut di laboratorium komputer.

Dapat disimpulkan bahwa laboratorium komputer adalah tempat berlangsungnya kegiatan praktikum komputer sebagai pendekatan pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi. Tujuan dari kegiatan pengadaan dan pembenahan laboratorium komputer di sekolah, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Agar terlaksananya proses pembelajaran TIK sesuai dengan amanat dan tuntutan kurikulum. 
  2. Agar pihak pimpinan sekolah, guru, siswa, personel sekolah dan stakeholder dapat memanfaatkan keberadaan laboratorium komputer secara lebih maksimal terutama dalam rangka menyikapi globalisasi teknologi informasi dan komunikasi. 
  3. Agar dapat mendukung proses pembelajaran yang berbasis multimedia dan agar para guru dapat memanfaatkan komputer yang ada untuk lebih membuka wawasan dan berupaya meningkatkan keterampilan dalam pemanfaatan media pembelajaran berupa teknologi komputer. 
  4. Agar para siswa dapat mensejajarkan dirinya dengan siswa-siswa sekolah lain yang sederajat terutama dalam hal pemanfaatan ICT dalam belajar. 
  5. Agar guru dan siswa mampu memanfaatkan teknologi informasi berupa komputer yang dilengkapi dengan sarana telekomunikasi (internet, intranet, ekstranet) dan multimedia (grafis, audio, video) sebagai media utama dalam penyampaian materi dan interaksi antara pengajar (guru) dan pembelajar (siswa).[10]  

Dengan demikian, laboratorium komputer memiliki kedudukan yang sangat strategis pada sebuah institusi pendidikan. Dengan adanya laboratorium komputer yang lengkap, diharapkan dapat menjadi sarana penunjang dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus dapat digunakan untuk peningkatan status akreditasi lembaga pendidikan tersebut.


2. Manajemen Laboratorium Komputer

Menurut Marham Sitorus dan Ani Sutiani[11] manajemen laboratorium adalah: “usaha untuk mengelola laboratorium berdasarkan konsep manajemen baku dan harus dipahami perangkat-perangkat manajemen laboratorium. Sedangkan manajemen laboratorium menurut Tim Supervisi Dirjen Dikti dalam Anti Damayanti Hamdani & Isma Kurniatanty meliputi: manajemen tata ruang, alat, infrastruktur, administrasi laboratorium, pendanaan, inventarisasi dan keamanan, pengamanan laboratorium, sumber daya manusia, peraturan dan jenis pekerjaan”.[12]

Proses manajemen laboratorium komputer dapat diuraikan sebagai berikut:

1.  Perencanaan Laboratorium Komputer

Beberapa aspek perencanaan yang perlu dikembangkan adalah: 1) Perencanaan tata ruang laboratorium, 2) Perencanaan Alat dan Bahan Laboratorium, 3) Perencanaan Program Kerja Laboratorium.

2.  Pengorganisasian Laboratorium Komputer

Beberapa personil sekolah yang terlibat langsung dalam organisasi laboratorium, adalah: Kepala sekolah, Wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana, Wakil kepala sekolah dalam bidang kurikulum, Penanggungjawab atas teknis laboratorium, Koordinator laboratorium, dan Laboran.

3.  Pelaksanaan Laboratorium Komputer

Menurut George R. Terry, pelaksanaan adalah usaha untuk menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan.[13]

Berdasarkan seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan (actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Pelaksanaan laboratorium adalah suatu kegiatan untuk melaksanakan program laboratorium. Semua fasilitas harus diadministrasikan untuk memudahkan pengecekan, penggunaan, pemeliharaan, pengadaan, dan pertanggungjawaban.

4.  Pengawasan Laboratorium Komputer

Pengawasan merupakan fungsi dari manajemen yang menjamin bahwa kegiatan-kegiatan dapat memberikan hasil seperti yang diharapkan. Menurut George R. Terry, pengawasan dapat didefenisikan sebagai berikut:

Control can be defined as the process of determining what is to be achieved, which is the standard of what is being done, to assess the implementation and if necessary carry out repairs in accordance with the plan so that implementation is consistent with the standard. (Pengawasan yaitu proses penentuan apa yang harus dicapai, yaitu standar apa yang sedang dilakukan, menilai pelaksanaan dan apabila perlu melakukan perbaikan-perbaikan sehingga pelaksanaan sesuai dengan rencana yaitu selaras dengan standar).[14]

Berdasarkan teori yang telah dikemukakan di atas, maka maksud dari manajemen laboratorium komputer dalam penelitian ini adalah kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam rangka memenej laboratorium komputer.                       

B. Pemberdayaan Keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

a. Konsep Pemberdayaan

Menurut Alsop, et al pemberdayaan secara terminologi didefenisikan sebagai kelompok atau kapasitas individu untuk membuat pilihan yang efektif yaitu untuk membuat pilihan dan kemudian untuk mengubah pilihan mereka ke dalam tindakan dan hasil yang diinginkan.[15] Menurut Noe dalam Suwatno, menjelaskan bahwa pemberdayaan merupakan pemberian tanggung jawab dan wewenang terhadap pekerjaan untuk mengambil keputusan menyangkut semua pengembangan produk dan pengambilan keputusan.[16]

Clutterbuck, et al. mengemukakan dalam teorinya bahwa ”empowerment in terms of encourraging and allowing individuals to take personal responsibility for improving the way they do their jobs and contribute to the organization’s goal”. Atas pendapat tersebut, menunjukkan bahwa pemberdayaan dimaksudkan sebagai suatu pemberian semangat dan mengizinkan individu untuk mengambil tanggung jawab dalam rangka memperbaiki cara yang mereka lakukan dalam pekerjaannya dan memberi kontribusi terhadap pencapaian tujuan organisasi. [17]

b. Keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Keterampilan atau disebut juga dengan skill yaitu kemampuan untuk menggunakan akal, pikiran, dan ide serta kreatifitas dalam mengerjakan, mengubah, ataupun membuat sesuatu menjadi lebih bermakna sehingga menghasilkan sebuah nilai dari hasil pekerjaan tersebut.[18] Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keterampilan adalah kecakapan untuk menyelesaikan tugas.[19]

Keterampilan (skill) sangat banyak dan beragam, salah satunya adalah keterampilan komputer atau dikenal juga dengan keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Keterampilan TIK harus dimiliki oleh siswa, khususnya siswa SMKN. TIK menjadi bekal bagi siswa dalam menempuh masa depan yang semakin keras dengan arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi menjadi suatu hal yang sangat penting untuk mempertahankan diri di tengah-tengah persaingan kehidupan global. Bangsa yang unggul dalam menguasai teknologi informasi dan komunikasi akan menjadi bangsa yang unggul dalam menguasai ekonomi dan kancah perpolitikan dunia sehingga mampu memenangkan persaingan dan juga menghasilkan devisa bagi kesejahteraan rakyat dan bangsanya.  

Sebagaimana yang diketahui, teknologi saat ini berkembang sangat pesat. Alvin Toffler dalam Munir menggambarkan perkembangan tersebut sebagai sebuah revolusi yang berlangsung dalam tiga gelombang, yaitu gelombang pertama, munculnya teknologi dalam pertanian, gelombang kedua munculnya teknologi industri dan gelombang ketiga munculnya teknologi informasi yang mendorong tumbuhnya komunikasi. Ketiga perkembangan tersebut telah berhasil menguasai dan mempengaruhi kehidupan manusia di dunia. Sehingga jika gagap teknologi maka akan dapat tertinggal untuk memperoleh kesempatan untuk maju. Informasi dan telekomunikasi telah memiliki peran yang sangat penting dan nyata, apalagi masyarakat saat ini sedang menuju kepada masyarakat ilmu pengetahuan.[20]

Teknologi Informasi menurut Richard Weiner dalam Websters New Word Dictinonary and Communication disebutkan bahwa teknologi informasi adalah pemrosesan, pengolahan, dan penyebaran data oleh kombinasi komputer dan telekomunikasi.[21] Teknologi informasi menurut Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah, memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu.[22]

Dalam dunia pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi secara umum bertujuan agar siswa memahami alat teknologi informasi dan komunikasi secara umum termasuk komputer dan memahami informasi. Disamping itu memahami bagaimana dan di mana informasi dapat diperoleh, bagaimana cara mengemas/mengolah informasi dan bagaimana cara mengkomunikasikannya.

Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi adalah merupakan elektronika yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak serta segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer atau pemindahan informasi antarmedia.

Di sekolah menengah kejuruan, salah satu mata pelajaran yang berhubungan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah Simulasi dan Komunikasi Digital. Pada kurikulum 2013, simulasi dan komunikasi digital merupakan mata pelajaran pengganti KKPI. Berikut struktur kurikulum SMK terbaru. Struktur kurikulum SMK ini ditetapkan penggunaannya melalui SK Dirjen Dikdasmen No. 130/D/KEP/KR/2017 tentang struktur kurikulum SMK 2017. Struktur kurikulum SMK 2017 adalah struktur kurikulum 2013 SMK revisi 2016. Struktur kurikulum ini wajib digunakan sebagai acuan penyelenggaraan pendidikan kejuruan sejak tanggal penetapannya.

c. Indikator Pemberdayaan TIK

Dari beberapa teori yang telah dikemukakan di atas, maka yang dimaksud dengan pemberdayaan keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam penelitian ini adalah upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Adapun indikatornya yaitu:

  1. Merencanakan program yang dapat mendukung 
  2. Menyediakan fasilitas yang memadai 
  3. Menyiapkan SDM yang berkualitas. 
  4. Memberikan motivasi 
  5. Melibatkan banyak pihak


METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian studi kasus adalah kajian mendalam tentang peristiwa, lingkungan, dan situasi tertentu yang mengungkapkan atau memahami suatu hal. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengungkapkan secara mendalam tentang manajemen laboratorium komputer dalam pemberdayaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) siswa SMK Negeri Provinsi Jambi.

Lokasi yang penulis teliti yaitu SMK Negeri 4 kota Jambi, SMK Negeri 1 Batanghari, SMK Negeri 2 Batanghari, dan SMK Negeri I Muara Bungo. Adapun subjek penelitian yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana, kepala laboratorium, guru simulasi digital, staf tata usaha, dan juga siswa.

PEMBAHASAN HASIL TEMUAN

Dari hasil temuan penelitian yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa secara umum manajemen laboratorium komputer di SMK Negeri Provinsi Jambi meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Masing-masingnya memiliki indikator: 1) Kepala sekolah melakukan perencanaan petugas pengelola laboratorium komputer, 2) kepala sekolah melakukan perencanaan tata ruang laboratorium komputer, 3) kepala sekolah merencanakan sarana dan prasarana laboratorium komputer, 4) kepala sekolah merencanakan jadwal pemakaian laboratorium komputer, 5) Kepala sekolah mengorganisasikan tenaga pengelola laboratorium sesuai dengan kualifikasi pendidikannya.

Perencanaan laboratorium komputer di SMK Negeri Provinsi Jambi sejalan dengan rambu-rambu yang diatur Depdikbud yang menyebutkan bahwa pengadaan alat harus didasarkan pada (a) spesifikasi yang jelas, (b) apakah dana tersedia, (c) prosedur pembelian dan (d) pelaksanaan.

Prosedur dalam merencanakan pengadaan perlengkapan komputer dilakukan melalui rapat-rapat yang membahas RKAS. Perencanaan laboratorium komputer, kepala sekolah hanya melibatkan waka sarana dan prasarana, hal ini terlihat bahwa pengambilan keputusan tidak bersifat partisipatif, di mana kepala sekolah tidak melibatkan kepala laboratorium dan juga guru simulasi digital. Hal ini tidak sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Hoy dan Miskel[22] : Participation In Decision Making Is Positively Related To The Individual Teacher’s Satisfaction With The Profession Of Teaching.

Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian kerja yang telah tercantum dalam SK PBM sesuasi dengan kualifikasi dan kemampuan yang dimiliki oleh guru. Hal ini sejalan dengan pendapat Handoko[23], bahwa pengorganisasian merupakan proses penyusunan organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya.

Minimnya sumber daya manusia atau tenaga pengelola laboratorium komputer di SMK Negeri Provinsi Jambi membuat personil memiliki tugas ganda. Di mana kepala laboratorium juga merangkap sebagai teknisi dan guru simulasi dan komunikasi digital. Hal ini tidak sesuai dengan apa yang diamanatkan oleh Undang-undang nomor 26 tahun 2008, bahwa pengelolaan laboratorium komputer idealnya ditangani oleh beberapa elemen yaitu kepala laboratorium komputer, teknisi laboratorium, dan laboran sekolah.

Selain itu, pengembangan SDM juga belum dilakukan dengan baik, seperti mengikutkan atau mengirim tenaga pengelola pada pelatihan-pelatihan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Menurut Silalahi, pengembangan sumber daya manusia adalah upaya berkesinambungan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam arti yang seluas-luasnya, melalui pendidikan, latihan, dan pembinaan.[24] Efisiensi suatu organisasi sangat tergantung pada baik buruknya pengembangan anggota organisasi itu sendiri. Pengembangan SDM perlu dilakukan agar para karyawan memiliki pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang mereka lakukan.            

George R. Terry menyatakan bahwa kegiatan pengorganisasian yang perlu dilakukan mencakup: a) membagi komponen-komponen kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan ke dalam kelompok-kelompok, b) membagi tugas kepada seorang manajer untuk mengadakan pengelompokan tersebut, c) menetapkan wewenang di antara kelompok atau unit-unit organisasi.

Selain pengorganisasian yang belum dilakukan secara optimal, SMK Negeri Provinsi Jambi juga masih kekurangan sarana dan prasarana laboratorium. Hal ini menyebabkan proses pembelajaran dilakukan secara berkelompok dan membutuhkan waktu yang lama. Menurut undang-undang nomor 40 tahun 2008, jumlah komputer yang harus ada yaitu 1 unit komputer/praktikan ditambah 1 unit komputer untuk guru. Jadi, jika dalam satu rombongan belajar berjumlah 30 orang siswa, maka harus disediakan 30 unit komputer di laboratorium.

Pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah juga belum dilakukan secara optimal. Salah satu indikator pengawasan yaitu membuat standar pengawasan. Namun fenomena yang terjadi, kepala sekolah hanya mengawasi melalui CCTV yang ada di ruangan. Wawancara dengan kepala laboratorium juga menyampaikan bahwa kepala sekolah hanya masuk ke laboratorium saat ada pejabat yang datang. Hal ini juga diperkuat oleh beberapa orang siswa yang menyatakan bahwa mereka tidak pernah melihat kepala sekolah masuk ke ruangan laboratorium.


PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis hasil penelitian dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Perencanaan laboratorium komputer dalam pemberdayaan Keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi siswa SMK Negeri di Provinsi Jambi (SMK Negeri 4 Kota Jambi, SMK Negeri 1 Batanghari, SMK Negeri 1 Muara Bungo, SMK Negeri 2 Batanghari) ditandai dengan beberapa indikator, yaitu: Pertama: kepala sekolah melakukan identifikasi kebutuhan laboratorium komputer, kedua: kepala sekolah menentukan petugas/tenaga pengelola laboratorium komputer, ketiga, kepala sekolah membuat jadwal pemakaian laboratorium komputer, keeempat: kepala sekolah menentukan program/kegiatan laboratorium komputer. 
  2. Pengorganisasian laboratorium komputer yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam pemberdayaan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) siswa SMK Negeri Provinsi Jambi (SMK Negeri 4 Kota Jambi, SMK Negeri 1 Batanghari, SMK Negeri 1 Muara Bungo, SMK Negeri 2 Batanghari) dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) kepala sekolah menempatkan tenaga pengelola pada posisi yang tepat, 2) adanya job decription yang jelas, 3) melakukan pengembangan SDM dengan mengikutkan tenaga pengelola pada pelatihan-pelatihan. 
  3. Pelaksanaan laboratorium komputer dalam pemberdayaan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) siswa SMK negeri Provinsi Jambi (SMK Negeri 4 Kota Jambi, SMK Negeri 1 Batanghari, SMK Negeri 1 Muara Bungo, SMK Negeri 2 Batanghari) ditandai dengan beberapa indikator: pertama: kepala sekolah melakukan koordinasi dengan tenaga pengelola laboratorium komputer, kedua: kepala sekolah memberikan perhatian dan motivasi  kepada tenaga pengelola dan juga siswa terkait dengan pemberdayaan teknologi informasi dan komunikasi. 
  4. Pengawasan laboratorium komputer yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam pemberdayaan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) siswa SMK Negeri Provinsi Jambi (SMK Negeri 4 Kota Jambi, SMK Negeri 1 Batanghari, SMK Negeri 1 Muara Bungo, SMK Negeri 2 Batanghari) ditandai dengan beberapa indikator sebagai berikut: pertama: kepala sekolah membuat standar pengawasan laboratorium komputer, kedua: kepala sekolah mengukur kinerja tenaga pengelola laboratorium komputer, ketiga: kepala sekolah memperbaiki penyimpangan berdasarkan hasil evaluasi.

           

Kata Penutup

Disertasi Manajemen Laboratorium Komputer Dalam Pemberdayaan Keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi di SMK Negeri 4 Kota Jambi, SMK Negeri 1 Batanghari, SMK Negeri 2 Batanghari, dan SMK Negeri 1 Muara Bungo memberikan gambaran secara mendalam tentang perencanaan laboratorium komputer, pengorganisasian laboratorium komputer, pelaksanaan laboratorium komputer, dan pengawasan laboratorium komputer.

Keterampilan komputer siswa SMK Negeri di provinsi Jambi akan dapat tercapai dengan baik apabila tersedia sarana dan prasarana laboratorium yang lengkap dan nyaman, baik dari segi jumlah komputer maupun dari segi pengaturan ruang. Keterampilan siswa juga akan dapat tercapai apabila dibimbing oleh guru-guru simulasi digital/komputer yang kompeten dan berpengalaman.

Semoga disertasi ini bermanfaat dan menjadi bahan kajian bagi peneliti selanjutnya, dapat diterapkan di sekolah menengah kejuruan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam bidang komputer, sehingga mereka yang notabenenya memang dipersiapkan untuk terjun ke lapangan kerja dapat bersaing dengan yang lain.


DAFTAR REFERENSI

[2] Veithzal Rivai Zainal dan Fauzi Bahar, Islamic Education Management, (Jakarta: Rajawali Pers, 2015), hal. 265

[3] Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah

[4] Sarwoto Ramli dan Rusadi, Komunikasi Dan Informatika Indonesia, (Jakarta: Pusat Data Kementerian Komunikasi dan Informatikan, 2010), hal. 20

[5] A S Hornby, Oxford Advanced Leaner’s Dictionary, (Oxford University Press, 2010), cet-8, hal. 829.

[6] Marham Sitorus dan Ani Sutiani, Pengelolaan dan Manajemen Laboratorium, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011), hal. 2

[7] Observasi Penulis tanggal 23 Maret 2017

[8] Nyoman Kertiasa, Laboratorium Sekolah dan Pengelolaannya, (Bandung: Pudak Scientific, 2006), hal. 1

[9] Saleh H. Emha, dkk, Pedoman Penggunaan Laboratorium Sekolah, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2002), hal. 6

[10] Rusman, dkk, Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, (Jakarta: PT Rajagrapindo Persada, 2012), hal. 378

[11] Marham Sitorus dan Ani Sutiani, Op.Cit, hal. 2

[12] Anti Damayanti Hamdani & Isma Kurniatanty, Manajemen dan Teknik Laboratorium, (Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Yogyakarta, 2008), hal. 1

[13] George R. Terry&Leslie W. Rue, Dasar-Dasar Manajemen, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), hal. 20.

[14] George R. Terry, Prinsip-Prinsip Manajemen, (Yogyakarta: Andi, 2000), hal. 166

[15] Ruth Elsop, et.al, Empowerment In Practice From Analysis To Implementation (Washington D.C: The World Bank, 2006), hal. 10.

[16] Suwatno, Manajemen SDM dalam Organisasi Publik dan Bisnis, (Bandung: Alfabeta, 2013), hal. 183.

[17] Kadarisman, Manajemen Pembangunan Sumber Daya Manusia, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2013), hal. 224.

[18]Tommy Suprapto, Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi (Yogyakarta: medpress, 2009), hal. 135

[19]http://kamusbahasaindonesia.org/keterampilan/mirip KamusBahasaIndonesia.org

[20] Munir, Kurikulum berbasis TIK, (Sps Universitas Pendidikan Indonesia, 2008), hal. 28

[21] Udin Saefudin Sa’ud, Inovasi Pendidikan, (Bandung: AlfaBeta, 2008), hal. 183.

[22] Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1999), cet 1, hal. 157

[22] Hoy, W.K & Miskel, C.G, Educational Administration, (New York: Mo Grow Hill, 2004, hal. 323

[23] Handoko, Manajemen Personalia Dan Sumber Daya Manusia, Edisi II, Cetakan Keempat Belas, (Yogyakarta: Penerbit BPFE, 2000), hal. 167

[24] Benneth Silalahi, Manajemen Sumberdaya Manusia, (Jakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen LPMI, 2000), hal. 249


Post a Comment for "RINGKASAN DISERTASI TENTANG MANAJEMEN LABORATORIUM KOMPUTER"