Mengapa Dosen Wajib Menerbitkan Buku?
CV. RA-Media Publishing- Bagi seorang dosen, menulis seringkali dianggap sebagai "beban" administratif di tengah tumpukan koreksi ujian dan jadwal mengajar yang padat. Namun, jika kita melihat lebih dalam, menerbitkan buku bukan sekadar memenuhi tuntutan birokrasi. Ini adalah investasi intelektual yang memberikan dampak jangka panjang bagi karier dan warisan keilmuan Anda.
Berikut beberapa manfaat mengapa Anda harus mulai menyusun naskah buku tahun ini:
1. Melejitkan Angka Kredit (KUM)
Mari kita bicara realistis: dalam ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia, buku adalah "tambang emas" poin.
Buku Referensi atau Monograf: Memiliki nilai KUM yang sangat tinggi (bisa mencapai 40 poin) dibandingkan dengan artikel jurnal biasa.
Akselerasi Jabatan Fungsional: Menerbitkan buku mempermudah jalan Anda menuju Lektor Kepala hingga Guru Besar (Profesor).
2. Membangun Personal Branding & Otoritas
Dosen yang menulis buku dipandang sebagai pakar sejati di bidangnya. Saat nama Anda tercantum di sampul buku, Anda bukan lagi sekadar pengajar; Anda adalah pemegang otoritas.
"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian." — Pramoedya Ananta Toer
3. Hilirisasi Ilmu Pengetahuan
Seringkali, hasil penelitian yang rumit hanya berakhir di laci atau jurnal yang sulit diakses masyarakat umum. Dengan mengubah penelitian tersebut menjadi buku (baik buku ajar maupun buku populer), Anda sedang melakukan demokratisasi ilmu. Ilmu Anda menjadi lebih mudah dikonsumsi oleh mahasiswa dan praktisi di lapangan.
4. Portofolio untuk Hibah Penelitian
Saat mengajukan proposal hibah penelitian (seperti dari Kemendikbudristek), rekam jejak publikasi berupa buku menjadi nilai tambah yang signifikan. Reviewer akan lebih percaya memberikan dana kepada peneliti yang terbukti mampu mendokumentasikan pemikirannya secara sistematis.
5. Passive Income dan Royalti
Meski mungkin bukan tujuan utama, royalti dari penjualan buku adalah bonus yang menyenangkan. Selain itu, buku sering kali membuka pintu peluang lain seperti:
- Pembicara seminar/webinar.
- Konsultan ahli.
- Juri atau reviewer tingkat nasional.
Bingung Mulai dari Mana?
Banyak dosen merasa tidak punya waktu. Rahasianya bukan pada "mencari waktu luang", tapi pada mengonversi apa yang sudah ada. Anda bisa memulai dengan:
- Mengumpulkan diktat kuliah menjadi Buku Ajar.
- Mengonversi Disertasi atau Tesis menjadi Buku Monograf.
- Merangkum beberapa hasil penelitian sejenis menjadi Buku Referensi.
Menerbitkan buku adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa pemikiran Anda tetap hidup bahkan ketika Anda sudah tidak lagi berdiri di depan kelas. Jadi, topik apa yang akan Anda tulis hari ini?
Apakah Anda ingin saya membantu membuatkan kerangka (outline) bab untuk calon buku Anda berdasarkan bidang keahlian Anda?


Post a Comment
0 Comments