Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Manajemen Perpustakaan dalam Meningkatkan Minat Baca Mahasiswa (Jurnal)

MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA MAHASISWA STAI SMQ BANGKO


 

Oleh:

Rika Ariyani , Al Munip , Nur Anisyah
Email: Rikaariyani857@gmail.com




Abstrak

Salah satu sarana untuk meningkatkan minat baca mahasiswa adalah tersedianya perpustakaan perguruan tinggi. Minat baca akan muncul apabila terdapat koleksi perpustakaan yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana manajemen perpustakaan di STAI SMQ Bangko dalam rangka meningkatkan minat baca mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: manajemen perpustakaan dalam meningkatkan minat baca mahasiswa belum dilakukan secara maksimal, di mana minimnya koleksi perpustakaan yang ada, kurangnya SDM, dan tidak ada pengembangan atau pelatihan SDM yang dilakukan. Pengawasan perpustakaan dilaksanakan oleh ketua STAI dan kepala perpustakaan. Beberapa hal yang diawasi yaitu kerapian buku-buku atau koleksi-koleksi yang ada di perpustakaan, kebersihan perpustakaan, pengawasan fasilitas yang ada di perpustakaan dan juga daftar kunjungan mahasiswa di perpustakaan.

 
Kata kunci: Manajemen, Perpustakaan, Minat Baca


Abstract


One of the means to increase student interest in reading is the availability of a university library. Interest in reading will appear if there is a library collection that is relevant to the needs of students. Therefore, this study was conducted to find out and analyze how library management at STAI SMQ Bangko in order to increase student interest in reading. This study uses a qualitative approach. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that: library management in increasing student interest in reading has not been carried out optimally, where the existing library collection is minimal, lack of human resources, and no human resource development or training is carried out. Library supervision is carried out by the head of STAI and the head of the library. Some things that are monitored are the neatness of the books or collections in the library, the cleanliness of the library, supervision of the facilities in the library and also the list of student visits in the library.

 
Keywords: Management, library, reading interest


I. PENDAHULUAN 

Salah satu karateristik kampus sebagai institusi akademik adalah aktivitas civitas akademik yang didalamnya terus-menerus menggali dan mengasah ilmu pengetahuannya dengan belajar. Belajar merupakan upaya yang dilakukan oleh civitas akademika baik dosen maupun mahasiswa untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan agar menjadi tahu, mengerti dan memahami sesuatu dari yang sebelumnya tidak tahu, tidak mengerti dan tidak memahami. Di kampus, belajar dapat ditempuh dengan berbagai cara diantaranya dengan mengikuti perkuliahan, berdiskusi, meneliti, mengikuti forum ilmiah dan membaca buku. Cara-cara belajar itulah yang sudah berlangsung di kampus selama ini.

Membaca buku merupakan salah satu aktivitas belajar yang efektif untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Dengan membaca mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dengan cepat dan mudah karena tinggal memilih buku yang akan dibaca, membukanya dan mulai membaca kata-perkata. Oleh karena itulah membaca semestinya menjadi aktivitas pokok civitas akademika khususnya mahasiswa. Mahasiswa adalah salah komponen civitas akademik yang sedang menuntut ilmu pengetahuan, maka dari itu membaca semestinya menjadi agenda pokok mahasiswa. Dengan membaca akan menjadikan sumber inspirasi, sumber pengetahun dan mengasah kekritisan mahasiswa.

Di kalangan mahasiswa, membaca belum menjadi kebiasaan yang mendasar dan utama. Sehingga bisa disimpulkan, minat baca di kalangan mahasiswa masih sangat rendah. Minat baca dipengaruhi oleh dua golongan yaitu golongan faktor personal dan golongan institusional. Faktor personal adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang yaitu usia, intelegensi, jenis kelamin, kemampuan membaca, sikap psikologis. Faktor institusional yaitu faktor yang berasal dari luar individu itu sendiri yaitu tersedianya buku-buku, status sosial ekonomi, pengaruh lingkungan.

Salah satu sarana untuk meningkatkan minat baca mahasiswa adalah tersedianya perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang berada dalam suatu perguruan tinggi dan merupakan salah satu unit organisasi yang menunjang perguruan tinggi dalam mencapai tujuannya. Perpustakaan perguruan tinggi mempunyai tugas mengumpulkan, mengolah, memelihara, melestarikan dan mendayagunakan informasi dalam bentuk bahan pustaka, baik yang dihasilkan lembaga yang bersangkutan (local content) maupun dari pihak luar.

Selain beberapa tugas penting tersebut, perpustakaan perguruan tinggi juga harus mampu meningkatkan minat baca mahasiswa sebagai pengguna perpustakaan. Minat baca akan muncul atau terangsang apabila terdapat koleksi perpustakaan yang relevan dengan tingkat pendidikan dan kebutuhan mahasiswa. Dengan tersedianya bahan bacaan yang tepat, diharapkan semua koleksi yang ada di perpustakaan dapat dipergunakan seoptimal mungkin untuk meningkatkan pengetahuan dan memperluas wawasan mahasiswa. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi perpustakaan perguruan tinggi sebagai sarana pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian dapat berjalan dengan baik

Menurut buku Perpustakaan Perguruan Tinggi: Buku Pedoman “Perpustakaan Perguruan Tinggi merupakan unsur penunjang perguruan tinggi, tercapainya visi dan misi perguruan tingginya”. Pengertian lain dari buku Panduan Penyelengaraan Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi : Perpustakaan Nasional RI (1992), menyebutkan bahwa perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang berada dalam suatu perguruan tinggi dan merupakan unit yang membantu perguruan tinggi yang bersangkutan dalam mencapai tujuannya.

Fungsi utama dari perpustakaan adalah menyampaikan informasi yang terdapat pada koleksi kepada pengguna. Untuk dapat memenuhi fungsi tersebut, informasi harus dapat dicari atau ditemukan kembali. Mahmudin “fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi adalah mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diantaranya menyediakan infomasi ilmiah untuk para mahasiswa, dosen, dan karyawan maupun pemakai dari luar. Baik koleksi buku, majalah, surat kabar, dan jenis koleksi lainnya” (Mahmudin: 2006).

Berdasarkan undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan pada bab 3 mengenai Standar Nasional Perpustakaan dimana standar nasional perpustakaan perguruan tinggi (SNP 010:2011) dimaksudkan sebagai acuan penyelenggaraan, pengelolaan dan pengembangan perpustakaan yang telah diatur dengan peraturan pemerintah. Selain Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang pelaksanaan undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan menyebutkan bahwa dalam penetapan standar harus memperhatikan kebutuhan pemustaka yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual atau sosial. Sehingga seluruh perpustakaan perguruan tinggi harus melaksanakan landasan hukum tersebut.

Organisasi perpustakaan yang baik tentu lahir dari sebuah aturan dengan pelaksanaan yang konsisten. Setiap organisasi memiliki peraturan (kebijakan) yang berbeda-beda dan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi itu sendiri, belum ada kesepakatan umum yang berlaku standar mengenai kapan pertama kali ada peraturan baku tentang perpustakaan didunia. Sejarah perpustakaan yang sejalan dengan peradaban manusia itu sendiri, namun berbagai penelitian menunjukkan setidaknya ada beberapa aturan tentang perpustakaan didunia yang selanjutnya menjadi acuan pembuatan undang-undang perpustakaan.

Perpustakaan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta merupakan salah satu sarana penunjang pelaksanaan proses pembelajaran di perguruan tinggi. Setiap perguruan tinggi membutuhkan kehadiran sebuah perpustakaan untuk membantu dosen dan mahasiswa serta staf dalam memperoleh sumber informasi atau bahan koleksi lainnya yang dapat digunakan dalam perkuliahan ataupun penelitian. Dengan demikian, perpustakaan merupakan salah satu bagian integral bersama dengan bagian-bagian lainnya yang ada di Perguruan Tinggi. Perpustakaan bertujuan untuk mendukung proses pembelajaran demi tercapainya tujuan pendidikan sebagaimana yang dicantumkan pada UU No.12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi pada pasal 1 yaitu pendidikan adalah usaha dasar dan terencana untuk mewujudkan sarana belajar dan proses pembelajaran agar proses didik secara aktif mampu mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual atau keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Perpustakaan menyimpan dan mendayagunakan beberapa jenis sumber informasi yang mana dimaksudkan agar perpustakaan itu dapat memanfaatkan fungsinya sebagaimana yang tercantum dalam UU No.43 Tahun 2007. Perpustakaan menyerap dan menghimpun informasi, mewujudkan suatu wadah yang terorganisir, menumbuhkan kemampuan pengalaman imajinatif, membantu perkembangan kecakapan bahasa dan daya fikir, mendidik mahasiswa agar dapat menggunakan dan memelihara bahan perpustakaan secara efisien serta memberikan dasar ke arah studi mandiri.

Standar perpustakaan perguruan tinggi menetapkan dasar pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi yang mampu memfasilitasi proses pembelajaran Tridharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat) serta berperan dalam meningkatkan iklim/atmosfer akademik. Standar ini berlaku pada perpustakaan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang meliputi universitas, institute, sekolah tinggi, akademi, politeknik dan perguruan tinggi lainnya yang sederajat.

Berdasarkan hasil grand tour yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa manajemen perpustakaan untuk meningkatkan minat baca mahasiswa belum dilakukan secara optimal. Hal ini dapat dilihat dari: pertama: minimnya koleksi perpustakaan, kedua: minimnya peralatan pendukung perpustakaan, ketiga: perguruan tinggi belum melakukan pengorganisasian dengan baik, di mana pemustaka tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan. Keempat: perguruan tinggi belum melakukan pengembangan SDM perpustakaan.

Berdasarkan hasil grand tour inilah penulis tertarik untuk meneliti lebih jauh tentang: “Manajemen Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Baca Mahasiswa Di STAI SMQ Bangko. Penelitian dilakukan untuk mengetahui: 1) bagaiman perencanaan perpustakaan untuk meningkatkan Minat baca Mahasiswa di perguruan tinggi swasta Provinsi Jambi, 2) Bagaimana pengorganisasian perpustakaan untuk meningkatkan Minat baca Mahasiswa di perguruan tinggi swasta Provinsi Jambi, 3) Bagaimana pelaksanaan perpustakaan untuk meningkatkan Minat baca Mahasiswa di perguruan tinggi swasta Provinsi Jambi, dan 4) Bagaimana pengawasan perpustakaan untuk meningkatkan Minat baca Mahasiswa di perguruan tinggi swasta Provinsi Jambi.

Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan berkontribusi dalam mengatasi masalah yang ada dalam memenej perpustakaan untuk meningkatkan minat baca mahasiswa di perguruan tinggi swasta. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan bahan pertimbangan agar senantiasa memperhatikan kelengkapan sarana prasarana perpustakaan.

II. KAJIAN TEORI

1. Manajemen Perpustakaan

Manajemen berasal dari bahasa latin, yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agree yang berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi manager yang artinya adalah menangani. Kemudian manager diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris yaitu to manage (kata kerja), management (kata benda), dan manager untuk orang yang melakukannya (Husaini: 2013). Gareth R. Jones menjelaskan bahwa manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, dan mengendalikan sumber daya manusia dan lainnya untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif.

Manajemen juga diartikan sebagai perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Manajemen dalam arti sempit adalah manajemen sekolah/madrasah yang meliputi: perencanaan program sekolah/madrasah, pelaksanaan program sekolah/madrasah, kepemimpinan kepala sekolah/madrasah.

Menurut George R. Terry (2008:9), manajemen mencakup kegiatan untuk mencapai tujuan, dilakukan oleh individu-individu yang menyumbangkan upayanya yang terbaik melalui tindakan-tindakan yang telah ditetapkan sebelumnya. Menurut Sondang P. Siagian (1980: 5), manajemen adalah kemampuan dan keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka mencapai tujuan melalui kegiatan orang lain.

Manajemen  merupakan  koordinasi  semua  sumber  daya  melalui proses  perencanaan, pengorganisasian,  penetapan  tenaga  kerja, pengarahan  dan  pengawasan  untuk  mencapai  tujuan  yang  telah ditetapkan terlebih dahulu (Rika Ariyani: 2018).

Dari beberapa pengertian di atas, dapat diketahui bahwa manajemen merupakan sebuah proses pemanfaatan semua sumber daya melalui bantuan orang lain dan bekerjasama dengannya agar tujuan bersama bisa dicapai secara efektif, efisien, dan produktif. Dalam proses kegiatan manajemen terdapat fungsi-fungsi pokok yang harus dilakukan oleh seorang manajer. Fungsi-fungsi tersebut meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.  

Sedangkan perpustakaan adalah suatu gedung, ruangan, atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yang dipelihara dengan baik, dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu. Menurut Random House Dictionary of the English Language perpustakaan adalah suatu tempat, berupa sebuah ruangan atau gedung berisi buku-buku dan bahan-bahan lain untuk bacaan, studi maupun rujukan.

Jo Bryson (1990: 4) menyatakan bahwa manajemen perpustakaan merupakan upaya penerimaan tujuan dan pemanfaatan sumber daya manusia, informasi, sistem, dan sumber dana dengan tetap memperhatikan fungsi, peran, dan keahlian manajemen. Sedangkan Lasa menyatakan bahwa perpustakaan bukan sekedar gedung atau ruang untuk menyimpan informasi, tetapi juga sistem informasi (2007: 1).

Menurut Undang-undang No 43 Tahun 2007, perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Berdasarkan teori yang telah dikemukakan di atas, maka maksud dari manajemen perpustakaan dalam penelitian ini adalah kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam rangka memenej perpustaaan.

Adapun indikatornya adalah sebagai berikut:

1. Perencanaan perpustakaan:

  • Mengidentifikasi kebutuhan perpustakaan. 
  • Menentukan petugas pengelola. 
  • Merencanakan jadwal kunjungan dan peminjaman. 
  • Menentukan program/ kegiatan.


2. Pengorganisasian perpustakaan:

  • Menempatkan tenaga pengelola pada posisi yang tepat. 
  • Adanya struktur organisasi yang jelas. 
  • Adanya Job Description yang jelas. 
  • Melakukan pengembangan SDM.

3. Pelaksanaan perpustakaan:

  • Melakukan koordinasi. 
  • Pemberian motivasi 
  • Komunikasi yang baik. 
  • Terpenuhinya fasilitas perpustakaan yang dibutuhkan. 
  • Mengembangkan kemampuan dan keterampilan staf.

4. Pengawasan perpustakaan:

  • Membuat standar pengawasan 
  • Mengukur kinerja petugas pengelola 
  • Memperbaiki penyimpangan


2. Minat Baca Mahasiswa

Minat baca merupakan dorongan untuk memahami kata demi kata dan isi yang terkandung dalam teks bacaan tersebut, sehingga pembaca dapat memahami hal-hal yang dituangkan dalam bacaan itu. Jadi, minat baca merupakan aktivitas yang dilakukan dengan penuh ketekunan dalam rangka membangun pola komunikasi dengan diri sendiri untuk menemukan makna tulisan dan menemukan informasi untuk mengembangkan intelektualitas yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan perasaan senang yang timbul dari dalam dirinya (Dalman: 2014).

Menurut Mapiarre dalam Prianto, minat baca adalah tingkat kesenangan yang kuat (excitement) dalam melakukan kegiatan membaca yang dipilihnya karena kegiatan tersebut menyenangkan dan memberi nilai kepadanya. Membaca sebagai salah satu cara untuk menambah dan meningkatkan ilmu pengetahuan, memperluas pandangan, memperkaya informasi dan merangsang munculnya ide-ide baru.

Faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca

1) Minat tumbuh bersamaan dengan dengan perkembangan mental.

Minat berubah seiring dengan perkembangan fisik dan mental yang juga mengalami perubahan, jenis bacaan pun akan berbah seiring dengan level perkembangan dan kematangan pribadi.

2) Minat bergantung pada kesiapan belajar.

Kesempatan belajar anak yang paling tinggi adalah di lingkungan rumah, di mana lingkungan rumah merupakan stimulus paling awal dan tempat belajar paling utama bagi anak untuk belajar membaca dan mempertahankanya dan kemudian menjadi suatu kebiasaan.

3) Minat diperoleh dari pengaruh budaya.

Budaya merupaan kebiasaan yang sifatnya permanen, sehingga sangat memungkinkan dengan adanya budaya membaca akan membuat sesorang baik secara tidak langsung maupun tidak langsung memengaruhi minat membaca menjadi tinggi.

4) Minat dipengaruhi oleh bobot emosi.

Sesorang yang telah menemukan manfaat dari kegiatan membaca akan menimbulkan reaksi positif yang akan membuat orang tersebut ingin mengulanginya lagi, sehingga kesenangan emosi yang mendalam pada aktivitas membaca akan menguatkan minat baca.

5) Minat adalah sifat egosentrik di keseluruhan masa anak-anak.
Seorang anak yang yakin aktivitas membaca akan membuatnya memiliki wawasan luas dan kecerdasan dalam menyikapi hidup, maka akan terus-menerus melakukan aktivitas membaca sampai tua.

    Ada beberapa indikator untuk mengetahui adanya minat baca Mahasiswa, yaitu sebagai berikut:

  1. Senang membaca. 
  2. Membaca merupakan kebutuhan bukan paksaan. 
  3. Menggunakan perpustakaan untuk membaca atau meminjam buku-buku. 
  4. Memanfaatkan waktu luang untuk membaca. 
  5. Melaksanakan tugas mendiskusikan atau mempelajari suatu bacaan. 
  6. Adanya keinginan untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan baru. 
  7. Adanya keinginan untuk membuktikan informasi atau pengetahuan yang telah dipelajari.


III. METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang berlokasi di STAI SMQ Bangko. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah Kepala STAI, Kepala perpustakaan, Dosen, dan mahasiswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, interview, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan.


IV. HASIL PENELITIAN

a. Deskripsi Lokasi

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Maulana Qori (SMQ) Bangko beralamatkan di Jl. Prof. Muhammad Yamin, Pasar Atas, Pematang Kandis Bangko Kabupaten Merangin. Adapun visi STAI SMQ Bangko yaitu terwujudnya peningkatan kualitas sarjana muslim, berpengetahuan, berwawasan luas, berkemampuan tinggi, dan memiliki integritas moral. Sedangkan misinya adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan dan wawasan sarjana muslim 
  2. Meningkatkan wawasan dan profesionalisme sarjana muslim 
  3. Meningkatkan kepedulian sosial sarjana muslim 
  4. Menciptakan link and match dan kemampuan kelembagaan 
  5. Menyiapkan sarana pendukung kegiatan pembelajaran yang kondusif 
  6. Menyiapkan peserta didik menjadi sarjana muslim yang memiliki kemampuan akademik dan professional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan memperkaya khazanah ilmu keislaman. 
  7. Mengembangkan dan memperluas ilmu-ilmu keislaman serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

        Dalam pelaksanaan pendidikan, STAI SMQ Bangko memiliki tujuan berikut ini:

  1. Menyiapkan sarjana muslim yang berakhlak mulia, berilmu, cakap, serta bertanggungjawab dalam pembangunan bangsa Indonesia. 
  2. Menciptakan sarjana muslim yang ahli untuk kepentingan agama maupun instansi lain yang memerlukan keahlian di dalam agama Islam serta keperluan umum 
  3. Menyediakan tenaga ahli dalam bidang ilmu hukum Islam, pendidikan Islam, manajemen pendidikan Islam dan ekonomi syariah terutama untuk keperluan dakwah Islam dan lembaga/instansi yang membutuhkan.


b. Perencanaan Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Baca Mahasiswa

Berdasarkan hasil penelitian di perpustakaan STAI SMQ Bangko, diketahui bahwa perencanaan yang dilakukan meliputi:

  1. Identifikasi kebutuhan perpustakaan, baik dari segi sumber daya atau koleksi perpustakaan maupun fasilitas lain yang dibutuhkan. 
  2. Menentukan petugas atau tenaga pengelola perpustakaan. Tenaga pengelola perpustakaan terdiri dari kepala perpustakaan dan pustakawan lainnya. 
  3. Menentukan program kerja. Program kerja perpustakaan STAI SMQ Bangko meliputi pengadaan bahan-bahan atau koleksi perpustakaan yang dilakukan setiap satu tahun sekali. Selain pengadaan, juga direncanakan program kerja pelayanan, dan program kerja promosi. Program kerja pelayanan dilakukan setiap hari dengan jadwal-jadwal yang telah ditentukan. Pelayanan-pelayanan tersebut diantaranya layanan baca, layanan informasi, dan layanan keanggotaan.


c. Pengorganisasian Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Baca Mahasiswa

Pengorganisasian dalam manajemen perpustakaan STAI SMQ BANgko dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Adanya sumber daya manusia yang berperan dalam melaksanakan kegiatan dan program-program yang ada di perpustakaan. 
 
2. Menetapkan job description tenaga pengelola perpustakaan

Adapun Job Description pustakawan di STAI SMQ Bangko diantaranya adalah: 1) Melakukan koordinasi pendataan buku-buku rusak, buku-buku yang dibutuhkan, dan lainnya, 2) Melaksanakan kegiatan peminjaman dan pengembalian buku, 3) Menetapkan denda keterlambatan pengembalian buku oleh mahasiswa, 4) Melayani pendaftaran anggota baru perpustakaan, 5) Menyusun dan merapikan buku-buku atau koleksi perpustakaan.

Sedangkan job Job Description kepala perpustakaan STAI SMQ Bangko yakni: 1) Menyusun rencana strategi perpustakaan, 2) Menyusun program kerja perpustakaan, baik program kerja tahunan maupun program pengembangan perpustakaan, 3) Membimbing dan membina sumber daya manusia yang ada dalam unitnya, 4) Mengorganisasikan dana dan sumber daya perpustakaan.

3. Memberikan pelayanan kepada mahasiswa seperti pelayanan informasi, sirkulasi, dan juga pelayanan peminjaman.

4. Melakukan pengklasifikasian atau pengelompokan buku agar mahasiswa lebih mudah mencari buku-buku yang mereka butuhkan sehingga diharapkan mahasiswa tertarik untuk mengunjungi perpustakaan.
 
d. Pelaksanaan Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Baca Mahasiswa

Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, penerapan fungsi pelaksanaan di perpustakaan STAI SMQ bangko adalah dengan cara memberikan motivasi kepada pustakawan agar dapat melaksanakan fungsi masing-masing dengan sebaik mungkin. Kepala perpustakaan juga senantiasa menjaga komunikasi dengan bawahannya.

Selain itu, pelaksanaan yang dilakukan dalam memenej perpustakaan adalah memberikan pelayanan-pelayanan kepada pengunjung perpustakaan dan menyediakan sarana dan prasarana seperti taman baca, meskipun masih seadanya.

e. Pengawasan Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Baca Mahasiswa

Pengawasan perpustakaan STAI SMQ Bangko dilaksanakan oleh ketua STAI dan kepala perpustakaan. Beberapa hal yang diawasi yaitu kerapian buku-buku atau koleksi-koleksi yang ada di perpustakaan, kebersihan perpustakaan, pengawasan fasilitas yang ada di perpustakaan dan juga daftar kunjungan mahasiswa di perpustakaan.

Pengawasan dilakukan tidak terjadwal, kadang-kadang 1 bulan sekali, kadang setiap semester, disesuaikan dengan waktu dan kesempatan yang dimiliki.


V. DISKUSI

Menurut Undang-undang No 43 Tahun 2007, perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Bagi civitas akademika, perpustakaan merupakan hal yang sangat penting, perpustakaan dapat membantu mahasiswa dalam mengerjakan tugas kuliah serta menambah ilmu pengetahuan. Selain itu, perpustakaan juga merupakan salah satu sarana yang sangat berperan dalam meningkatkan minat baca mahasiswa. Oleh karenanya, perpustakaan harus dimenej dengan baik.

Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa manajemen perpustakaan STAI SMQ Bangko belum dilakukan secara maksimal. Di mana masih minimnya koleksi buku-buku yang ada di perpustakaan. Hal ini tentu berpengaruh pada minat baca mahasiswa, jika koleksi buku memadai kemungkinan besar mahasiswa akan memiliki minat baca yang tinggi.

Ini sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Joseph Sanacore dalam jurnalnya yang berjudul “Teacher-Librarians, Teachers, And Children As Cobuilders Of School Library Collections” bahwa koleksi perpustakaan merupakan unsur yang dapat meningkatkan minat baca siswa atau pun mahasiswa. Dengan adanya buku-buku yang lengkap dan sesuai, mahasiswa akan memiliki minat untuk membaca.

Selain itu, perpustakaan STAI SMQ Bangko juga tidak memiliki SDM yang memadai. Berdasarkan data yang diperoleh, tenaga pustaka terdiri dari 3 orang dan tidak ada yang memiliki latar belakang pendidikan perpustakaan. Selain itu, tenaga pustaka yang ada di perpustakaan, bukan pustakawan dan bukan tenaga ahli perpustakaan.

SDM adalah penentu dalam mencapai tujuan organisasi, begitu pula dengan perpustakaan. Perpustakaan haruslah dikelola oleh SDM yang berkualitas dan kompeten sehingga perpustakaan yang ada dapat diberdayakan dengan optimal. Dalam peraturan presiden No. 24 tahun 2014 pasal 35 disebutkan bahwa pustakawan harus dinyatakan lulus dalam sertifikasi kompetensi. Sertifikat kompetensi adalah dasar dalam pertimbangan kompetensi dan peningkatan karir pustakawan.

Perpustakaan harus mengupayakan SDM yang dimiliki untuk dapat menggerakkan kegiatan-kegiatan yang ada di perpustakaan, baik dalam pelayanan, pengolahan maupun kegiatan lainnya (Sudiarta: 2016). Ada pun tujuan pengembangan SDM adalah supaya mereka mampu melaksanakan tugas-tugas dengan baik, meningkatkan kinerja organisasi perpustakaan, serta mempersiapkan mereka untuk dapat menjalankan tugas yang lebih tinggi (Suwarno: 2016).

Laila Rahmawati (2012) menyatakan bahwa pustakawan yang ideal yakni pustakawan yang menguasai IT, professional, memiliki kemampuan inovatif, santun dan tegas, mampu melaksanakan manajemen informasi, serta berorientasi kepada pengguna perpustakaan.


VI. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Manajemen perpustakaan STAI SMQ Bangko yang diimplementasikan belum dapat meningkatkan minat baca mahasiswa secara optimal, karena masih lemahnya perencanaan, pengorganisasian SDM dan juga pengawasan perpustakaan.


VII. SARAN

Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, penulis memberikan saran ataupun penekanan-penekanan kepada perpustakaan Perguruan Tinggi Islam untuk dapat meningkatkan pengelolaan perpustakaan agar mahasiswa memiliki minat untuk membaca. Perpustakaan perlu didukung dengan sumber daya manusia yang memadai agar tujuan yang ditetapkan dapat tercapai dengan efektif dan efisien.


DAFTAR REFERENSI

Ariyani, R. 2018. Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SLB Buah Hati Kota Jambi. Al-Afkar: Jurnal Keislaman & Peradaban, 6(2).

Dalman, 2014. Keterampilan Membaca, Jakarta: Rajawali Pers.

George. R. Terry, 2008. Prinsip-Prinsip Manajemen, alih bahasa J. Smith, Jakarta: Bumi Aksara.

Husaini Usman, 2013. Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara.

Joseph Sanacore. 2006. “Teacher Librarian”. Teacher-librarians, teachers, and children ascobuilders of School Library Collections. Volume 1 Nomor 1.

Jo Bryson, 1990. Efektif Perpustakaan, Gower Penerbitan.

Lasa, Hs, 2007. Manajemen Perpustakaan Sekolah, Yogyakarta: Pinus Book Publisher.

Laila, Rahmawati. 2012. “Peran Pustakawan Perguruan Tinggi Dalam Era Informasi Dan Digitalisasi.” Jurnal Ta’limII.

Mahmudin, Pengantar Ilmu Perpustakaan, Bandung: Unpas, 2006.

Sudiarta, I. Ketut. 2016. “Manajemen Sumber Daya Manusia Perpustakaan (Studi Kasus Di Perpustakaan Universitas Hindu Indonesia).” Jurnal Ilmiah Mahasiswa D3 Perpustakaan.

Sondang P. Siagian, Filsafat Administrasi (Jakarta: CV. Mas Agung, 1980.

Suwarno, Wiji. 2016. “Mengembangkan SDM Perpustakaan Dalam Rangka Menuju World Class University.” LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan 4 (1).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan


*Artikel ini telah diterbitkan pada Jurnal UNISI

Post a Comment for "Manajemen Perpustakaan dalam Meningkatkan Minat Baca Mahasiswa (Jurnal)"